Hai jeh.
8.4 kembali lagi, sekarang dengan post tentang cerpen buatan anak Mejikuhibiniu sendiri, Saila Dhiyaul Haq (23), Faiq Iftirul (10), dan Almira Nabila (03).
Nih :
Kelas 8.4
Pelangi Kelabu
Hujan di luar seakan-akan berkonspirasi dengan keadaan di dalam ruangan.Terlihat seorang gadis yang meringkuk. Sorotan mata yang tajam dan kosong. Marah, takut, kecewa, sedih entah apa lagi yang ia rasakan. Bayangan kejadian seminggu yang lalu memenuhi pikirannya lagi. Truk itu, jeritan itu, wajah yang berlumuran darah itu, semuanya! Matanya mulai berkaca-kaca, tetapi ia menahan air matanya agar tidak jatuh. Ia tidak mau lagi terperangkap dalam ingatan kejadian mengenaskan tersebut. Kejadian yang membuat ibunya mati dalam kecelakaan beruntun. Sudah lama kejadian tersebut menghantuinya. Mengingatkannya kepada ibunya. Dia sangat ingin bertemu ibunya saat ini.